Aksi demonstrasi yang lakukan oleh berbagai element (40 element) menolak rencana pemerintah Manggarai Barat yang memprioritaskan investasi tambang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara peribadi saya juga menolak dengan kehadiran tambang di Manggarai barat. Karena masih ada sektor lain yang masih di jamah dalam rangka mendongkrak perekonomian di Manggarai barat. Sektor pertanian misalnya masih terlalu besar mendongkrak perekonomian di Manggarai Barat. Persoalannya adalah skill kita dalam memanage potensi yang ada.
Ada beberapa alasan saya mendukung penolakan kehadiran tambangan di Labuan Bajo, Manggarai barat:
Kehadiran tambang itu tidak menyedot tenaga kerja lokal atau pengangguran di Manggarai Barat, yang mendapat keuntungan adalah orang – orang dari luar, masyarakat lokal hanya gigit jari melihat tenaga kerja dari luar yang megerjakannya. Masyarakat lokal hanya merasakan sampah tambang yang merusak ekosistem yang ada di sekitar habitat komodo.
Keuntungan yang diperoleh dari hasil tambang itu akan di sedot ke pusat, cuma beberapa peser untuk meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD). Bukan sesuatu yang tidak mungkin.
Tambang itu rentangan waktu tidak terlalu lama namun kerusakan ekosistem akhibat limbah tambah terhambur di mana-mana sekitar kawasan pariwisata Komodo.
Kehadiran tambang akan merusak sektor pariwisata yang ada, sementara sekarang lonjakan wisatawan akhir-akhir ini ke Komodo meningkat derastis.
Kehadiran tambang di Manggarai Barat hanya menguntungkan oknum tertentu, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Manggarai Barat.
Kembangkan Sektor Pariwisata
Keunikan binatang langka Varanus Komodo akan mendongkrak citra pariwisata di NTT secara umum dan Manggarai Barat secara khususnya.Meningkatnya lonjakan wisatawan mancanegara dan domestik ke Manggarai Barat akan berpengaruh terhadap:
Investor interest untuk melakukan investasi ke Labuan Bajo dan sekitarnya seperti investasi untuk mendirikan Hotel, Restaurant, Bar dan lain-lain
Makin banyaknya investor ke Labuan Bajo maka peluang kerja bagi penduduk lokal makin besar dengan ansumsi skian persen karyawan yang ada di sebuah hotel, restauran, bar dan lain-lain adalah penduduk lokal. Ini adalah ketetapan dalam sebuah PERDA.
Makin banyaknya wisatawan ke Labuan Bajo maka peluang bagi penduduk lokal yang tidak kebagian di hotel atau restaurant maka mereka bisa menggunkan skillnya sebagi guide.
Makin banyaknya pendirian hotel atau restauran di Labuan Bajo mendorong para petani untuk menanam sayur, beternak dan lain -lain yang dibutuhkan di hotel dan restauran.
Perbandingan
Kehadiran Tambang di Manggarai Barat hanya mersak eksistem dan kerusakan lingkungan lainnya termasuk merusak ekosistem pariwisata. Pertamabangn sifatnya sementara, keuntungan ke pemerintah pusat, daerah cuma ceperan, rakayt cuma menggigit jari. Sementara kalau kita mengemas pariwisata bisa menyerap tenaga kerja, sifat jangka panjang sampai anak-cucu, Tidak mersak lingkungan, perekonomian rakyat mulai meningkat.
Saya turut mendukung kebijakan para pendemo agar Pemerintah Cabut Ijin Tambang di Mabar
Desak Pemerintah Cabut Ijin Tambang di Mabar
Aksi demonstrasi yang lakukan oleh berbagai element (40 element) menolak rencana pemerintah Manggarai Barat yang memprioritaskan investasi tambang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara peribadi saya juga menolak dengan kehadiran tambang di Manggarai barat. Karena masih ada sektor lain yang masih di jamah dalam rangka mendongkrak perekonomian di Manggarai barat. Sektor pertanian misalnya masih terlalu besar mendongkrak perekonomian di Manggarai Barat. Persoalannya adalah skill kita dalam memanage potensi yang ada.
Ada beberapa alasan saya mendukung penolakan kehadiran tambangan di Labuan Bajo, Manggarai barat:
Kembangkan Sektor Pariwisata
Keunikan binatang langka Varanus Komodo akan mendongkrak citra pariwisata di NTT secara umum dan Manggarai Barat secara khususnya.Meningkatnya lonjakan wisatawan mancanegara dan domestik ke Manggarai Barat akan berpengaruh terhadap:
Perbandingan
Kehadiran Tambang di Manggarai Barat hanya mersak eksistem dan kerusakan lingkungan lainnya termasuk merusak ekosistem pariwisata. Pertamabangn sifatnya sementara, keuntungan ke pemerintah pusat, daerah cuma ceperan, rakayt cuma menggigit jari. Sementara kalau kita mengemas pariwisata bisa menyerap tenaga kerja, sifat jangka panjang sampai anak-cucu, Tidak mersak lingkungan, perekonomian rakyat mulai meningkat.
Saya turut mendukung kebijakan para pendemo agar Pemerintah Cabut Ijin Tambang di Mabar